Latest Post

Hymne Guru Berubah, Bukan Lagi Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Written By yuslihanf on Selasa, 31 Mei 2016 | 01.28.00

Lagu Hymne Guru


Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku
Tuk pengabdianmu


Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Pembangun insan cendikia

Tahukan Anda bahwa ternyata lirik lagu Hymne Guru sudah berubah? Lirik terakhir, yakni 'tanpa tanda jasa', yang sering digunakan untuk julukan bagi guru yang mengajar tanpa pamrih, sudah tidak ada lagi pada lagu Hymne Guru sekarang. Berikut lirik lagu Hymne Guru setelah perubahan.

Perubahan itu dilakukan karena kalimat 'tanpa tanda jasa' terkesan mengurangi pentingnya profesi guru. Padahal peran guru sangat besar sekali sehingga lirik tersebut diganti dengan 'pembangun insan cendekia' yang membuat profesi guru terangkat dan mulia.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sumarna Surapranata mengatakan lirik Hymne Guru berubah sejak tahun 2006. Namun rupanya masih banyak orang lupa atau bahkan belum mengetahui perubahan itu.

Masyarakat Indonesia, termasuk siswa SD masih sangat familiar dengan istilah 'tanpa tanda jasa'. Tentu hal itu terjadi karena guru yang mengajari mereka masih menggunakan lagu Hymne Guru versi lama. Lagu Hymne Guru ini diciptakan oleh Sartono, guru musik SMP swasta di Madiun yang telah meninggal 1 November lalu. 

Perubahan lirik lagu Hymne Guru pada kalimat terakhir telah disepakati dan ditandatangani pada tanggal 27 November 2007, disaksikan oleh Dirjen PMPTK Depdiknas dan ketua pengurus besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Hal itu juga diperkuat dengan surat edaran PGRI Nomor 447/Um/PB/XIX/2007 tanggal 27 November 2007.

Sumber: http://www.sekolahdasar.net/

Google Ajak Developer Bikin Aplikasi Solusi Pendidikan

Written By yuslihanf on Kamis, 26 Mei 2016 | 00.43.00

Jakarta - Indonesia masih mengalami persoalan pendidikan yang kompleks. Selain angka putus sekolah yang masih tinggi, buruknya infrastruktur hingga kurangnya mutu guru menjadi persoalan dunia pendidikan
saat ini.

Untuk menyelesaikan persoalan di atas dibutuhkan kerja sama baik antar kementerian, lembaga, hingga pihak-pihak terkait. Hal ini yang mendorong Google Indonesia, Bukalapak, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyelenggarakan Hackathon Indonesia Android Kejar.

Head of Public Policy and Government Relations Google Indonesia Shinto Nugroho mengatakan Hackathon Indonesia Android Kejar merupakan sebuah kegiatan yang didedikasikan khususnya untuk para pengembang aplikasi Indonesia untuk menciptakan sebuah aplikasi yang dapat memberikan solusi digital untuk memenuhi kebutuhan pendidikan Indonesia melalui teknologi yang melibatkan sekolah, guru, murid, dan juga orang tua.

"Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen Google untuk memberdayakan para developer lokal. Kami secara khusus mengangkat tema pendidikan pada Hackathon ini untuk ikut serta merayakan hari pendidikan nasional dan bulan pendidikan yang jatuh pada tanggal 2 Mei," kata Shinto kepada Warta Ekonomi dalam pembukaan acara Hackathon Indonesia Android Kejar di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Rabu (25/5/2016).

Ia pun berharap melalui ajang ini, para peserta dapat membuat aplikasi di bidang pendidikan yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat serta dapat membantu memajukan sektor pendidikan Indonesia.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menyampaikan bahwa tantangan pendidikan di Indonesia saat ini masih banyak. Ia pun berharap melalui gelaran Hackathon dapat memuculkan inovasi-inovasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

"Di abad 21 ini kita memerlukan kemampuan dari 3R, yakni reading, writing, and arithmetic ke 4C yakni communication, collaboration, critical thinking, and creativity skills," kata Anies.

Ia mengatakan pemerintah membutuhkan pada developer untuk meningkatkan ekspektasi kualitas pendidikan pada masyarakat. Selain itu membantu proses interaksi dan membuat informasi lebih berguna dan termanfaatkan.

"Bila ekosistem tersebut tumbuh, Insya Allah dunia pendidikan kita meningkat dengan amat sangat drastis," ujarnya.

Anies pun berharap lewat Hackathon ini akan muncul aplikasi yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas, mulai dari urusan proses belajar mengajar hingga soal anggaran pendidikan. Sehingga nantinya makin banyak interaksi yang akan muncul berkat aplikasi tersebut.

"Ini adalah kesempatan bagi anak bangsa untuk memunculkan aplikasi yang bermanfaat bagi pendidikan dan kebudayaan," ujarnya.

Hackathon Indonesia Android Kejar berlangsung selama dua hari (25-26/5/2016) di Kemendikbud. Kegiatan ini diikuti 132 partisipan yang terbagi menjadi 31 kelompok dengan 2-4 orang anggota. Kelompok tersebut tersaring dari 2.500 peserta. Mereka sebelumnya telah mengikuti workshop Indonesia Android Kejar di lima kota, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.

Selama kegiatan Hackathon berlangsung, partisipan akan mendapatkan pengajaran dan bimbingan. Selain itu mereka dapat berkonsultasi langsung dengan para ahli dari industri digital dan informasi teknologi khususnya aplikasi.

Kelompok yang berhasil mendapat predikat terbaik akan mendapat sejumlah hadiah. Selain itu, mereka akan mendapat tambahan mentoring secara eksklusif dari Google Indonesia.


sumber: wartaekonomi.co.id

Begini Cara Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

Written By yuslihanf on Selasa, 24 Mei 2016 | 23.28.00


Setelah memiliki anak tentu saja orang tua harus memikirkan mengenai pendidikannya. Pendidikan anak bukan waktu sebentar, namun waktu yang panjang. Dan konsekuensinya tentu juga membutuhkan uang yang banyak. Karena itu, dana pendidikan haruslah disiapkan dengan matang oleh orang tua. Bagaimana caranya?

Perencana keuangan, Ligwina Hananto, menjelaskan dana pendidikan anak sebaiknya disiapkan sejak dini. Bahkan sejak anak masih dalam kandungan sekalipun. 

Namun, jika orang tua baru bisa menyiapkannya sejak anak lahir, misalnya ketika anak usia satu tahun. Jika anak ingin masuk TK, maka Anda masih memiliki jangka waktu tiga tahun ke depan. Misalnya uang pangkal TK sekitar Rp 5 juta tahun ini, maka dengan inflasi 16 persen per tahun untuk dana pendidikan, maka tiga tahun lagi uang pangkal naik menjadi Rp 7,8 juta.

“Cara menyiapkan dananya misalnya Rp 7,8 juta dibagi 3 tahun dibagi 12 bulan, maka akan ketemu nabung angkanya Rp 215 ribu sebulan. Kalau investasi hanya Rp 200 ribu, per bulan. Nilainya berbeda hanya Rp 15 ribu. Jadi nabung saja, tidak usah investasi, kalau investasi belum tentu tumbuh lima persen. Jadi untuk TK, kalau jangka waktu tiga tahun ya sudah nabung saja,” jelasnya.

Sedangkan jika anak mau kuliah, lanjutnya, sebaiknya orang tua melakukan investasi. Kalau sekarang usia anak satu tahun, maka untuk kuliah masih punya waktu 17 tahun lagi. Misalnya sekarang dana pendidikan S1 perlu Rp 60 juta, maka 17 tahun lagi biaya pendidikan mencapai Rp 412 juta. Maka setoran per bulan investasinya sekitar Rp 450 ribu dengan target pertumbuhan investasi 25 persen per tahun, demi mencapai uang senilai Rp 400 juta setelah 17 tahun. 
“Tapi tentu saja itu tidak pasti, risiko bahaya iya, ngerti enggak,” ujarnya.

Sementara jika memilih menabung, maka Rp 412 juta dibagi 17 tahun dibagi 12 bulan, jadinya Rp 2 juta per bulan. 
“Punya dua juta sebulan? Pilih yang mana, kita bebas pilih apa yang kita lakukan, tapi harus tahu konsekuensinya, kalau enggak punya nabung Rp 2 juta, ya harus belajar investasi, perlu investasi tapi enggak harus. Tapi jika bisa menabung 90 persen dari penghasilan, maka enggak perlu investasi,” tambahnya.

sumber: republika.co.id

Usia Ideal Anak Untuk Masuk SD Tujuh Tahun


Usia ideal anak untuk masuk Sekolah Dasar (SD) yaitu tujuh tahun. Pada masa itu anak dinilai sudah siap secara fisik dan psikologis. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Nasional Sumatra Selatan, Widodo.

"Sebenarnya usia ideal masuk SD adalah tujuh tahun, beberapa negara di ASEAN dan Eropa juga menerapkan hal itu atas pertimbangan kesiapan psikologis anak," kata Widodo yang SekolahDasar.Net kutip dari Republika (23/05/16).



Namun, dia mengatakan Indonesia memiliki kebijakan bahwa usia lima tahun delapan bulan sudah bisa. Ketentuan usia minimal lima tahun delapan bulan ini bukan berlaku mutlak, tapi harus disesuaikan dengan kuota sekolah bersangkutan. 

Hal ini terkait dengan ketentuan pemerintah yang mengharuskan untuk mendahulukan anak usia enam tahun ke atas. Dia mencontohkan, jika kuota 10 tapi yang daftar baru 8 anak, tentunya boleh saja menerima anak usia lima tahun delapan bulan.

Para orangtua diharapkan dapat memahami keadaan ini mengingat terdapat keterbatasan jumlah sekolah di beberapa tempat. Namun, jika ketentuan ini tidak berlaku dengan baik, maka diharapkan masyarakat untuk melapor ke dinas setempat.

"Jika ada anak usia enam tahun ke atas tidak diterima, sedangkan ada anak usia yang dibawahnya justru diterima, maka laporkan saja," kata Widodo. 

SDM SD YPSA Ikuti Fit & Proper Test

Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) yang terdiri dari unit PGTK, SD, SMP, dan SMA, uji kemampuan setiap calon guru mata pelajaran melalui Ujian Kompetensi Guru di ruang kelas YPSA. Ini merupakan tahap awal dari fit and proper test di YPSA.

Istilah fit and proper test sering kita baca atau dengar di berbagai media massa. Fit and proper test diadakan untuk mencari individu yang layak dan pantas untuk mengampu beban dan tanggung jawab yang akan dijalani.

Guru YPSA sebagai lini terdepan yang bertanggung jawab terhadap tinggi rendahnya mutu pendidikan di YPSA sudah seharusnya menjalankan fit and proper test.

Untuk menjadi pengajar di YPSA seorang calon guru harus menghadapi serangkaian tes atau ujian. Mulai dari tes tertulis, praktik mengajar hingga wawancara. Jadi kelayakan dan kepantasan seorang calon guru benar-benar terlihat. Kandidat guru yang lulus akhirnya memang menunjukkan kualitasnya sebagai pengajar dan pendidik.

Guru tersebut layak sebagai seorang pengajar yang dibuktikan dengan penguasaannya terhadap materi pelajaran dan kemampuannya mengajar atau transfer of knowledge yang mumpuni. Ia juga pantas sebagai seorang pendidik yang terlihat dari kematangan emosi dalam menjalankan profesinya. Kombinasi kemampuan tersebut sangat bermanfaat bagi siswa dalam proses belajar mengajar. Bila sekolah memiliki guru yang layak dan pantas  menjadi pendidik dan pengajar untuk semua mata pelajaran, maka peningkatan mutu dan kesuksesan adalah tinggal masalah waktu untuk mencapainya.

Paling tidak ada tiga tahap pengujian agar guru yang lulus seperti yang diharapkan. Yang pertama adalah tes kemampuan mata pelajaran yang akan diajarkan calon guru. Ia harus menguasai bidang studi tersebut dengan sangat baik. Semakin pintar semakin baik.

Berikut adalah kemampuan calon guru dalam menyampaikan pelajaran yang harus diuji. Calon guru harus dapat mempresentasikan pendekatan, metode dan teknik mengajar yang baik. Tidak ada artinya seorang calon guru yang sangat pintar tapi tidak mampu mentransfer dan menyampaikan ilmu pengetahuan yang mereka miliki kepada siswa.

Yang terakhir adalah wawancara dan tes psikologi. Tahap ini sangat penting. Oleh karena YPSA bekerja sama dengan lembaga psikologi yang sudah berpengalaman. Pada sesi tes ini harus dapat diketahui dengan pasti apakah calon guru memiliki kesungguhan dan sikap yang baik untuk menjadi seorang pendidik dan pengajar.

Bila ketiga tahapan fit and proper di atas dijalankan dengan baik dan benar, maka Insya Allah kita akan mendapatkan guru yang bukan hanya menguasai materi dan metode mengajar yang baik tapi juga memiliki sifat dan sikap yang baik. Tentu guru dengan kualitas demikian yang kita cari untuk menjadi ujung tombak dalam proses belajar mengajar (PBM) di ruang kelas untuk memajukan dunia pendidikan di YPSA khususnya dan di Indonesia umumnya.

sumber: YPSA Online 

Hari Kebangkitan Nasional 2016 : Apa Kabar Generasi Bangsa?

Written By yuslihanf on Jumat, 20 Mei 2016 | 17.25.00

Hari ini tanggal 20 Mei 2016 yang bertepatan dengan hari peringatan Hari Kebangkitan Nasional dan sudah sepatutnya kita menggali kembali sejarah yang tentu saja penting bagi kita generasi muda. Makna dari Hari kebangkitan Nasional tentu saja didahului dengan belum kokohnya, belUm bersatunya masyarakat pada zaman penjajahan dulu sehingga makna bangkit mampu disematkan usai adanya sebuah pergerakan besar besaran melawan penjajah dengan lebih terkoordinir dan serentak sehingga mampulah bangsa ini berangsur angsur keluar dari penjajahan Belanda maupun Jepang saat itu.

Makna Hari Kebangkitan Nasional sendiri bisa mengacu kepada Masa di mana Bangkitnya Rasa dan Semangat Persatuan, Kesatuan, dan Nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan Belanda dan Jepang dan diambilnya tanggal 20 mei ternyata bertepatan dengan berdirinya Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908 silam dan ikrar Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 menjadi momen besar lainnya dalam masa kebangkitan.

Tokoh tokoh lain yang berpengaruh dalam masa kebangkitan nasional seperti Sutomo, Ir. Soekarno, Dr. Tjipto Mangunkusumo, Ki Hajar Dewantara, dr. Douwes Dekker dll. Beberapa hal yang menyangkut makna dibalik kebangkitan tersebut adalah saat ini generasi bangsa dibendung masalah yang begitu menakutkan masa depannya dimana mereka hanyut dalam buaian yang mematika bernama narkoba yang belum hilang dalam negeri ini. Peredaran barang haram penakluk generasi muda tersebut tentunya sangat mengkwatirkan bangsa dan bukan saja kalangan muda namun pejabat dan orang penting dalam negeri ini juga terlibat didalamnya yang sulit untuk kita basmi dengan mudah.

Belum lagi masalah saat ini yang sedang menjadi sorotan publik dimana banyaknya kasus pemerkosaan, pembunuhan yang dilakukan oleh generasi bangsa dan itu cukup membuktikan jika mereka masih terpuruk dalam sikap dibalik arti kebangkitan moral, akhlak dan taraf hidup kedepannya. Belum lagi masalah saat ini yang sedang menjadi sorotan publik dimana banyaknya kasus pemerkosaan, pembunuhan yang dilakukan oleh generasi bangsa dan itu cukup membuktikan jika mereka masih terpuruk dalam sikap dibalik arti kebangkitan moral, akhlak dan taraf hidup kedepannya.

Semoga saja dengan datangnya hari kebangkitan nasional hari ini dapat memberikan semangat baru, solusi baru dan kebangkitan baru dimana mereka sadar akan arti diri mereka untuk memabngun bangsa ini kedepannya. Selamat hari kebangkitan nasional 2016.

sumber: maschun.blogdetik.com

Kunjungan Pengawas Dinas Pendidikan Kecamatan Medasunggal

Written By yuslihanf on Rabu, 18 Mei 2016 | 02.43.00


Pengawas dinas Kecamatan Bapak Drs. Safiruddin dan Ibu Emi. Meninjau pelaksanaan kegiatan Ujian Sekolah (US) di SD YPSA (Rabu, 18 Mei 2016)

UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Medan Sunggal Tinjau US Ke SD Shafiyyatul Amaliyyah

Written By yuslihanf on Senin, 16 Mei 2016 | 12.00.00

Kunjungan UPT Medan Sunggal ke SD Shafiyyatul Amaliyyah dalam rangka peninjauan pelaksanaan ujian sekolah di SD Shafiyyatul Amaliyyah yang berlangsung sejak kemarin Senin hingga Rabu mendatang. 
Dalam kunjungannya Azhar Fauzi, M.Pd.I. selaku kepala SD Shafiyyatul Amaliyyah mengatakan, pemantauan dari unit pelaksana tugas (UPT) memang rutin dilakukan, hal ini untuk memastikan pelaksanaan ujian sekolah berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala. Disamping itu juga UPT mengecek prosedur pelaksanaan ujian apakah sudah sesuai dengan prosedur opeasional standar (POS) ujian sekolah yang sudah ditetapkan.




Hari Pertama Pelaksanaan Ujian Sekolah SD YPSA Berjalan Lancar

Written By yuslihanf on Minggu, 15 Mei 2016 | 20.16.00

Sebanyak 77 siswa SD Shafiyyatul Amaliyyah  (SD YPSA) hari ini mengikuti ujian sekolah (US) TP 2015/2016, walaupun pagi tadi hujan sempat mengguyur di Kota Medan namun semangat siswa/i untuk mengikuti ujian sekolah tidak surut.

"Siswa/i yang mengikuti ujian sekolah (US) untuk tahun ini sebanyak 77 siswa dan untuk ujian hari pertama ini yaitu mata pelajaran Bahasa Indonesia", kata kepala SD Shafiyyatul Amaliyyah, bapak Azhar Fauzi, M.Pd.I. di ruang pengawas pada saat pelaksanaan briefing pagi dengan para pengawas.

"Sistem pengawas masih sama seperti tahun lalu yaitu dengan sistem silang, dimana pengawas dari SD Shafiyyatul mengawas di sekolah lain, dan pengawas dari luar mengawas di SD Shafiyyatul Amaliyyah", tambahnya. 

Pada saat briefing pagi dengan para pengawas dari luar, Bapak Azhar Fauzi melakukan perkenalan dan menyampaikan beberapa hal tentang pelaksanaan ujian diantaranya tata tertib pelaksanaan ujian, sistem pengawasan dan hal-hal yang harus dilakukan oleh pengawas setelah ujian berakhir.

Adapun jumlah pengawas yang mengawas di SD YPSA sebanyak 8 orang; 2 orang dari MIS AL Falah, 4 orang dari SDS Nurul Huda, dan 2 orang dari SDS PAB 35.

Pengajian Bulanan Keluarga Besar YPSA

Written By yuslihanf on Sabtu, 14 Mei 2016 | 03.02.00

Ustadz Heriansyah, S.Ag., berikan tausyiah dalam kegiatan pengajian setiap bulan SDM YPSA di ruang serbaguna Masjid Shafiyyatul Amaliyyah, Sabtu (14-5-16).
Ustadz mengatakan bahwa ada tiga hal yang harus dilakukan oleh manusia semasa hidup.
Sebagaimana firman Allah SWT kepada nabi Musa melalui suhuf, pertama berbekallah untuk hari berpulang, kedua berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup, dan ketiga bersenang-senang dengan sesuatu yang tidak diharamkan.

H.R. Muhammad Syafi’i: “Pendidikan di YPSA Terbukti Menjadikan Siswa Golden Generation”

Written By yuslihanf on Jumat, 13 Mei 2016 | 03.09.00

Dalam wawancara singkatnya dengan YPSA Online (Shafiyyatul.com) Anggota DPR-RI periode 2014-2019 H. Raden Muhammad Syafii, S.H., M.Hum., yang akrab disapa Romo ini mengungkapkan kebanggannya terhadap Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA).
Menurutnya YPSA telah berhasil mendidik siswa-siswinya menjadi “Golden Generation”. “Saya telah merasakan dampak dan manfaatnya sendiri karena keempat putra-putri saya kebetulan alumni dari YPSA ini”.
“Putera pertama saya alumni SMA YPSA kini menjadi dosen, putri saya yang kedua menjadi dokter, putra saya yang ketiga kini menjadi kader terbaik dari elit Prabowo tingkat nasional, dan yang keempat masih sekolah”.
“Intinya, apa yang dibangun oleh pengurus YPSA ini dengan motto “we shall create golden generation”, dilapangan saya harus katakan ITU TERBUKTI.”
Selanjutnya klik videonya

sumber: shafiyyatul.com

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SD Shafiyyatul Amaliyyah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger