PENERIMAAN SISWA BARU TP 2017/2018

Latest Post

Pengajian Akbar YPSA 04 Maret 2017 Oleh Ustadz Rudiawan Sitorus,MA

Written By yuslihanf on Senin, 06 Maret 2017 | 07.25.00

YPSA kembali menggelar pengajian akbar dengan ustadz penceramah Rudiawan Sitorus,MA,  yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu 04 Maret 2017 pukul 13.00 WIB di Raz Garden Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA).
Menurut Ketua Panitia Azhar Fauzi, M.Pd.I., pengajian kali ini mengambil tema “Indahnya Hidup Bersama-Mu”, YPSA menggelar pengajian ini rutin setiap bulan dan terbuka untuk umum, siapa sajaBOLEH mengikuti pengajian ini”
“Sebelumnya kita telah mengundang Ustadz H. Raden Muhammad Syafii, S.H., M. Hum., , H. Heriansyah dan ustadz H. Abdul Latif Khan, yang diharapkan mampu memberikan pencerahan dan penguatan kepada umat dan menyampaikan persaudaraan dan perjuangan mengharap ridho Allah SWT”. Jelas Fauzi.
Secara terpisah, Ketua Harian YPSA Addaratul Hasanah mengatakan, ” kita adalah lembaga pendidikan Islam terbaik, ranah kita adalah pembinaan karakter kepada para siswa, menanamkan kejujuran, cinta agama dan tanah air itu yang perlu dipupuk sejak dini kepada para siswa. sebagai umat Islam kita tidak akan tinggal diam jika Islam di lecehkan, namun tidak harus ke Jakarta untuk menunjukkannnya, karena tugas dan tanggungjawab kita lebih besar kepada para anak-anak didik kita, dengan pengajian Akbar YPSA, sebagai salah satu Syiar YPSA di dunia pendidikan yang menyatukan Umat muslim khususnya di Kota Medan”.
Kepala Bagian Pendidikan dan IT, Bapak Bagoes Maulana, M.Kom., menambahkan, sebagaimana dalam kegiatan-kegiatan sebelumnya, Bagian Pendidikan dan IT YPSA memberikan layanan publikasi secara langsung / online yaitu denganLIVE STREAMMING yang dapat diakses oleh masyarakat umum di situs youtube.com dengan harapan para orangtua siswa yang tidak dapat hadir dapat menyaksikan langsung secara live di situs youtube dengan alamat www.youtube.com/official.theYPSA.


sumber: ypsa  online

Sebanyak 19 Siswa dan 5 Guru YPSA Edutour Hongkong-Macau

Written By yuslihanf on Selasa, 28 Februari 2017 | 22.10.00

“Belajar langsung ke negara maju merupakan tujuan untuk membangun karakter manusia unggul yang disiplin, berakhlak dan cerdas bagi siswa YPSA”.
Hal ini diungkapkan Ketua Umum YPSA Hj. Rahmawati saat melepas keberangkatan 19 siswa-siswi dan 5 guru YPSA dalam program Edutour Hongkong & Macau pada 27 February – 3 March 2017 di ruang serbaguna YPSA, Sabtu (25/2/17).
“Diharapkan bahwa tur pendidikan di luar negeri akan menginspirasi para siswa dan guru untuk menulis esai untuk menunjukkan bahwa mereka memiliki wawasan yang berbeda dan melebar mengikuti tour ke Hongkong dan Macau pada awal 2017”,  ucap Hj. Rahmawati.
“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada orangtua siswa yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada YPSA”, tambah umi panggilan akrab Ketua Umum YPSA.

Bagoes Maulana, M.Kom selaku ketua panitia Edutour luar negeri YPSA mengatakan, “program edutour luar negeri merupakan program tahunan YPSA, dan kali ini negara yang dikunjungi adalah Hongkong dan Macau”.
“Program ini ditujukan untuk mengembangkan wawasan siswa ke dalam dan kepemimpinan dalam aspek ilmiah, organisasi, disiplin, ekonomi, sosial-budaya, dan agama,. Tur ini diambil untuk memperluas pengetahuan siswa, pemahaman, dan pengalaman dalam berbagai aspek dan kemudian membandingkannya dengan yang di negara mereka sendiri, Indonesia. Tur pendidikan juga ditujukan untuk membuat siswa berpikir secara global. Untuk itu, para YPSA melibatkan guru, siswa, dan orang tua”, ungkap Bagoes.
“Adapun beberapa agenda yang akan dijalani selama program edutour ini yakni; Disneyland, Macau, City tour to Ruin of St. Paul, Senado Square, Ama Temple and Venetian having lunch, City tour to Victoria Peak by Tram, City tour to Science Museum, Space Museum, Garden of stars, Clock Towers, Ladies Market, City tour to Nan Lian Garden”. Akhiri Kabag Pendidikan YPSA ini.

Sumber: ypsa online

Siswa SD YPSA Tanam Pohon Mangrove di Kampung Nipah Sergai

Written By yuslihanf on Senin, 20 Februari 2017 | 22.02.00

“Salah satu sunah rasul adalah menanam, baik buah-buahan ataupun tumbuh-tumbuhan. Nanti disana siswa dapat meninjau pembibitan dan penanaman Mangrove, sekaligus melihat keindahan alam ciptaan Allah SWT”.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Umum YPSA Hj. Rizki Fadilah Raz, M.Psi.Psikolog, saat melepas keberangkatan Siswa-siswi kelas 4,5, dan 6 SD YPSA kegiatan  Edutour Muharram 1438 di desa Wisata Mangrove Kampung Nipah Kabupaten Serdang Bedagai, Sabtu (18/2/17).
“Edukasi sebagai pembelajaran nantinya siswa  mampu membuat laporan dari hasil observasi mereka selama di sana” tambah Miss Kiki sapaan akrab Hj. Rizki Fadilah Raz.
Kepala SD YPSA Azhar Fauzi, M.Pd.I., menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan siswa melalui edutour Muharram 1438 H dalam mewujudkan pemimpin yang excellence.
“Dengan kegiatan ini diharapkan mampu mewujudkan rasa syukur siswa kepada Allah SWT atas segala ciptaannya, menambah wawasan peserta didik dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam khususnya mengenai pembibitan dan penanaman Mangrove di daerah pantai” , kata Fauzi.
“Selain itu dengan kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkembangkan kreativitas dan jiwa enterprenuer siswa dan menumbuhkan rasa solidaritas, kemandirian dan kepedulian siswa terhadap lingkungan”
“Sesampainya dilokasi siswa mendapatkan pengarahan dari pengelola desa wisata mangrove. Kemudian siswa mengikuti kelas Mangrove meliputi  pengetahuan tentang mangrove, peninjauan bibit dan tanaman mangrove, serta penanaman pohon mangrove oleh siswa dan guru YPSA”. Akhiri Kepala SD YPSA ini.


H. R. Muhammad Syafi’i : “YPSA Adalah Sekolah Islam Yang Paling Saya Banggakan”

Written By yuslihanf on Senin, 06 Februari 2017 | 17.39.00

“YPSA adalah pendidikan Islam di Sumut yang paling saya banggakan” Hal ini diungkapkan Al-ustadz H. R. Muhammad Syafi’i, M.Hum., saat memberikan ceramah kepada jamaah pengajian akbar YPSA di Raz Garden, Sabtu (4/2/17).

Romo, panggilan akrab anggota DPRRI komisi III ini menambahkan bahwa empat anak-anaknya telah berhasil menjadi dokter, dosen, pegawai Bank, dan bendahara salah satu partai terbesar di Indonesia. “Dan keempat putra-putri saya ini adalah alumni Shafiyyatul Amaliyyah”.

Romo mengakui dengan lugas dihadapan ratusan jamaah, “saya salah satu perintis YPSA pada masa awal berdirinya. Saat itu saya sebagai pegawai YPSA spesialis pembaca do’a dalam setiap kegiatan di YPSA. Alhamdulillah atas berkah Allah SWT dari YPSA ini saya dapat menjadi pembaca do’a paling menggemparkan di Indonesia”.

Romo dengan tegas mengatakan bahwa pendidikan itu sangat penting. Romo mengisahkan bagaimana kehidupannya dulu dan perjuangan ibunya dalam membesarkan dan mendidik anak-anaknya. Dengan hasil jerih payah sang ibu dan perjuangan Romo serta keluarga untuk hidup dan sekolah, hasilnya dapat dirasakan sekarang ini.

“Mari kita saling membantu pendidikan Islam di Indonesia ini khususnya Sumatera Utara. Jangan sampai kita semua dikuasai orang-orang yang berpaham liberal dan lainnya.

Selanjutnya Romo mengungkapkan dalam tausiyahnya untuk lebih mempercayai ulama. “Percayalah pada ulama, lebih percayalah pada ulama, karena kita disuruh menauladani rasulullah. Rasulullah mengatakan Al ulama warasatil Ambiya, ulama adalah pewaris para nabi. Kalau nabi sudah tidak ada, maka percayalah pada ulama”.

Dengan tema Problematika Umat Islam Indonesia dan Solusinya, Romo menjelaskan, “Pancasila itu hasil kerja dan perjuangan umat Islam. Sekarang ini umat Islam dipandang sebagai anti pancasila, namun ini merupakan pemutarbalikan fakta sejarah. Kesepakatan tertinggi negara ini tentang ideologi Pancasila yang diputuskan BPUPKI yang dipimpin oleh Rajiman Widyodiningrat kemudian dilanjutkan diputuskan dalam sidang PPKI yang dipimpin Ir. Soekarno, kesepakatannya adalah Piagam Jakarta”.

“Dimana sila pertamanya adalah Ketuhanan Dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam Bagi Pemeluk-pemeluknya. Tapi sehari setelah proklamasi, tepatnya 18 Agustus 1945, ketika akan diresmikan menjadi ideologi negara Indonesia, ada orang Nasrani dari Indonesia Timur, memohon agar Kewajiban Menjalankan Syariat Islam Bagi Pemeluk-pemeluknya itu dihapuskan. Dan itupun bukan dalam rapat resmi. Tapi semata-mata kebesaran ulama pada waktu itu untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, dengan penuh ketulusan, dicoretlah Kewajiban Menjalankan Syariat Islam Bagi Pemeluk-pemeluknya, maka jadilah sila pertama itu Ketuhanan Yang Maha Esa”.

“Jadi Pancasila itu bukan pekerjaan orang lain, itu murni hadiah umat Islam kepada bangsa Indonesia”. Tegas Romo.

Selanjutnya Romo mengisahkan, “Dalam perjuangan ini saya tidak takut. Ketika sadapan di rumah saya semakin tinggi, ketika kenyamanan dalam diri saya sudah diintai, saya pulang ke Medan dan saya kumpulkan anak-anak saya, dan saya katakan kepada anak-anak saya, “Romo tidak akan berhenti berjuang. Karena kalau ada 1000 yang membela agama ini, Romo kepingin Romo salah satunya. Kalau ada 100 yang membela agama ini, Romo salah satunya. Kalau 10 yang membela agama ini, Romo juga salah satunya, kalau hanya 1 orang saja, izinkan Romo membela agama ini, karena Romo lebih senang mati berdarah membela agama, ketimbang mati sakit ditempat tidur”.

“Kalau benar Romo mati berdarah membela agama ini, cucu kalian pun akan dihormati orang, saya bilang ke anak saya. Tapi kalau Romo mati mengkhianati agama ini, kalian pun tak akan sanggup menunjukkan muka di hadapan orang banyak. Jadi kenapa harus takut untuk membela agama. Tapi harus pandai-pandai meniti bui, jangan kasar, jangan serampangan, ikuti aturan, tapi jangan surut semangat kita membela kebenaran”, Romo mengakhiri.



Keluarga Besar YPSA Donasi Buat Iftiyah, Bayi Penderita Virus Rubella

Mengetahui dari pemberitaan bahwa ada seorang bayi bernama Iftiyah Ramadhan diserang virus rubella, siswa-siswi Yayasan Pendidikan Syafiyyatul Amaliyyah (YPSA) mengumpulkan sumbangan untuk meringankan beban orangtuanya.
Setelah sumbangan terkumpul, keluarga besar YPSA yang diwakili Kabag Pendidikan YPSA Bagoes Maulana, Kaur Humas Kurnia Syahputra, dan beberapa siswa-siswi Shafiyyatul Amaliyyah menjenguk ananda Iftiyah didampingi orangtua dan kakek Iftiyah di kediaman orangtua Iftiyah jalan Sei Kapuas no 9 Medan, Sabtu (4/2/17).
Bagoes maulana mengungkapkan, “Alhamdulillah atas kepedulian keluarga besar YPSA terhadap ananda Iftiyah yang terserang virus Rubella berhasil mengumpulkan donasi secara sukarela untuk mengurangi beban orangtua Iftiyah dalam pengobatannya kelak”.
Bagoes menjelaskan, sumbangan ini dikumpulkan siswa-siswai, guru dan pengurus YPSA selama dua hari.
“Kita berinisiatif membantu saudara kita yang sedang ditimpa musibah. Hal ini digagas atas pemberitaan secara viral di media beberapa hari belakangan. Semoga ini bisa membantu,” ujarnya lagi.
Ayah Iftiyah, Kesuma Ramadhan menuturkan rasa terima kasih atas perhatian siswa-siswi terhadap anaknya.
“Kami sangat berterimakasih atas bantuannya. Semoga ini menjadi berkah dan Iftiyah bisa secepatnya sembuh,” ujar Kesuma.
Sebelumnya, Iftiyah, bayi mungil yang berusia 7 bulan pada tanggal 1 Februari 2017 lalu ini, mengalami penyakit yang begitu serius. Sekilas ia terlihat sehat, tampak ceria meski harus merasakan berbagai cobaan berat di usianya yang sangat belia.
Selain kedua matanya yang divonis katarak, sekitar jantung buah hati dari pasangan Kesuma Ramadhan dan Ratih Rachmadona ini juga mengalami kebocoran.
Bukan hanya itu, pendengarannya pun ternyata ikut terganggu yang menurut medis dirinya menderita ketuliaan dengan kadar sedang menuju berat.
Ternyata iftiyah diserang virus rubella.
Iftiyah Ramadhan, dilahirkan dengan berat 1,7 kg dan masuk kategori Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Sebenarnya ia lahir normal, tidak premature. Namun BBLR tersebut membuat Iftiyah harus berada di ruang incubator RS Bunda Thamrin Medan sepekan.
Setelah mendapatkan perawatan, tepat pada tanggal 7 Juli 2016, Ia pun dibawa pulang dengan harapan dapat tumbuh dengan berat badan normal seperti anak-anak sehat lainnya. Namun, Tuhan berkehendak lain, bola mata Iftiyah mulai tampak berbeda.
“Tak berselang lama setelah kedatangan Iftiyah di rumah, kami mulai mencurigai matanya. Akhirnya kami pun mengantarkan Ia kembali ke RSUD dr Pirngadi. Setelah diperiksa, dokter menyatakan katarak kongenital,” ujar Ratih menceritakan kisah buah hatinya itu.
Iftiyah pun menjalani operasi, penglihatannya masih bisa diselamatkan melalui operasi dan tanam lensa. Tak sampai di sini, sebelum operasi pengangkatan katarak dilakukan, Iftiyah diharuskan melakukan serangkaian pemeriksaan medis antara lain cek darah, jantung dan rontgen paru-paru.
Dari hasil pemeriksaan ketiganya, dokter menemukan ada kelainan.
“Hasil rontgen paru-paru menunjukan saat itu, Iftiyah terkena bronco pneumoni namun dokter spesialis anak yang lain menyatakan diagnosa itu salah.”
“Dokter spesialis jantung saat itu juga mulai mencurigai ada virus toxo dan rubella yang menyerang Iftiyah dari sejak dalam kandungan. Alhasil, operasi pun sempat ditunda selama seminggu dan baru dilaksanakan pada 21 Oktober 2016,” katanya.
Cobaan hidup Iftiyah belum berhenti sampai disitu, ia harus kembali menjalani serangkaian tindakan medis karena suhu tubuhnya yang kerap mengalami demam tinggi. Ia bahkan sempat dirawat inap selama tiga hari akibat adanya infeksi pada darahnya.

YPSA Launching Penerimaan Siswa Baru TP 2017-2018

Written By yuslihanf on Senin, 30 Januari 2017 | 17.49.00


“Setiap kita harus bekerja total dan bertanggungjawab dengan apa yang dikerjakan, jangan bekerja karena rasa takut kepada atasan tapi pertanggungjawabkanlah pekerjaan tersebut kepada Allah SWT”.
    
Demikian disampaikan Pembina Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) Drs. H. Sofyan Raz, Ak.M.M, dalam sambutannya dihadapan seluruh panitia Penerimaan Siswa Baru (PSB) saat launching PSB TP 2017-2018 di sekolah itu, Senin (30/1).
    
Turut hadir dalam acara itu Ketua Umum YPSA Hj. Rahmawaty Sofyan Raz, Sekretaris Umum YPSA Hj. Rizki Fadilah Raz, M.Psi.,Psikolog. Ketua Harian YPSA Addaratul Hasanah, S.Sos., S.Pd, Kabag Pendidikan dan IT YPSA Bagoes Maulana, S.Kom dan para kepala sekolah.

Sofyan Raz meminta seluruh panitia PSB untuk bekerja serius, bersungguh-sungguh dan lebih bertanggungjawab terhadap pekerjaan yang telah diamanahkan sehingga mendapatkan hasil yang maksimal.

“Saya berharap seluruh panitia maupun keluarga besar YPSA untuk dapat bertanggungjawab sepenuhnya demi terlaksananya PSB ini dengan baik karena PSB tahun ini harus lebih baik dari tahun sebelumnya,” ujar Sofyan.

Menurut Sofyan memasuki usia ke-20 tahun merupakan momentum yang pas bagi YPSA untuk menjadi sekolah internasional yang full dan nantinya akan diangkat Ketua Prodi yang akan bertanggungjawab secara keseluruhan terhadap kelas-kelas internasional tersebut karena itu sangat diperlukan SDM yang benar-benar berkualitas untuk mendukung program tersebut.

Sementara itu Ketua Panitia PSB sekaligus Kabag Pendidikan dan IT YPSA Bagoes Maulana, M.Kom mengatakan, PSB tahun ini secara resmi dimulai tanggal 30 Januari 2017. YPSA berusaha menjaring siswa sebanyak-banyaknya karena YPSA mampu menampung lebih kurang 2.000 siswa.
 
“Untuk mendukung program YPSA sebagai internasionbal full maka PSB tahun ini akan dirubah total seperti penulisan brosur yang kesemuanya berbahasa Inggris, sistem PSB dengan menggunakan program digital,” ujarnya.
    
Sedangkan untuk kemudahan akses pendaftaran siswa baru, YPSA juga telah meluncurkan program berbasis teknologi informasi, yakni Penerimaan Siswa Baru secara Online (PSB ONLINE) terhadap seluruh unit pendidikan di YPSA. “Jadi selain mendaftar langsung ke Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah siswa baru juga bisa mendaftar secara online melalui situs www.shafiyyatul.com,” ungkap Bagoes.
    
Usai launching PSB orangtua siswa langsung mendaftarkan anak mereka di YPSA tak kurang 40 orang mendaftar pada hari itu. Salah seorang orang tua siswa Yudha Negara yang baru saja pindah tugas dari Jakarta ke Medan memilih menyekolah anaknya di YPSA setelah melihat berbagai keunggulan YPSA seperti sistem penerimaan tamu masuk lingkungan sekolah yang cukup ketat, ruang belajar yang nyaman dengan taman sekolah yang sejuk serta berbagai keunggulan lainnya.


sumber: shafiyyatul.com

Pengajian Akbar YPSA “Membangun Kesejahteraan Hidup Dunia Dan Akhirat”

Written By yuslihanf on Sabtu, 14 Januari 2017 | 17.45.00

“Pendidikan itu penting, tetapi Pendidikan yang baik dan berkualitas itu yang paling penting. Hanya orang-orang yang beriman dan berilmu yang akan menguasai alam semua kandungan kekayaan alam dan hanya orang-orang yang beriman yang akan mengenal dan mengabdi kepada Allah SWT”.
Hal ini diungkapkan KH. Amiruddin MS saat memberikan ceramah dalam pengajian akbar YPSA di Raz Garden Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah, Sabtu (14/1/17).
“Pada abad ke 7 M, ulama Islam seperti Al-Kindi, Al-Khawarizmi, Ibnu Rusydi, Ibnu Maskawaih, Ibnu Sina, dan lain-lain adalah ulama yang menguasai ilmu alam, ilmu Falaq, ilmu Fisika, Ilmu Kimia, Ilmu Kedokteran, Imu Astronomi, mereka agamawan sekaligus ilmuwan. Mereka adalah ulama yang ilmiah dan ilmuwan yang diniyah, mereka adalah teologist (ahli ilmu ketuhanan) sekaligus scientist.
Alam akan memberikan kesejahteraan apabila khalifah yang diberi amanah mengelolanya memiliki keahlian memberdayakan alam tersebut, untuk digunakan bagi kemakmuran hidup di dunia dan akhirat. Sebaliknya kesejahteraan hidup di akhirat, sangat ditentukan keimanan dan amal ibadah seseorang. Sesungguhnya kehidupan di akhirat ini ditentukan oleh kehidupan di dunia ini”. Jelas Ustadz yang merupakan Ketua Umum Majelis Zikir Tadzkira Sumut ini.
Azhar Fauzi, M.Pd.I., selaku ketua panitia pengajian akbar mengatakan, “Pengajian akbar kali ini bertemakan ‘Membangun kesejahteraan umat melalui Pendidikan dan ekonomi”.
“Bapak dan Ibu yang tidak sempat hadir, Pengajian Akbar YPSA dapat disaksikan secara langsung (LIVE STREAMING) melalui saluran Youtube di gadget. Bulan depan kita menghadirkan penceramah anggota DPR-RI Romo Raden Muhammad SyafiĆ­”, Tambah Fauzi.
Salah seorang jamaah mengatakan bahwa kegiatan ini sangat positif dilaksanakan. “Masyarakat menyambut baik kegiatan ini, karena kegiatan ini sangat bemanfaat untuk kemaslahatan umat. Kita ketahui YPSA ini merupakan pusat pendidikan Islam dan saat ini mampu berkembang menjadi pusat dakwah di Sumatera Utara. Pengelolaan dakwah di Shafiyyatul Amaliyyah sangat professional dengan mendatangkan ustadz yang kredibel dan kompeten, sehingga menjadi pencerahan untuk masyarakat Sumut. Semoga YPSA dapat menjadi pusat dakwah dan taklim berkembang di Sumatera Utara”.
Tampak hadir dalam pengajian tersebut Pembina YPSA Drs. H. Sofyan Raz, Ak.M.M, Ketua Umum YPSA Hj. Rahmawaty, Pengawas YPSA dr. H. Hasfi Fauzan Raz, Prof. Muzakkir, perwakilan pemerintahan, perwakilan kepolisian, perwakilan TNI, masyarakat umum, siswa, SDM, dan orangtua siswa YPSA.

SD, SMP, & SMA YPSA Ditetapkan Sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi 2016

Written By yuslihanf on Selasa, 29 November 2016 | 21.15.00

SD, SMP dan SMA Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) ditetapkan sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi 2016 oleh Badan Lingkungan Hidup Propinsi SUMUT di Hotel Garuda Plaza Medan, Selasa (29/11/16).

Hal ini sesuai dengan surat SK yang diterima pihak sekolah pada saat Gebyar Hari Lingkungan Hidup 2016 Provinsi SUmatera Utara yang diserahkan langsung oleh kepala Badan lingkungan Hidup Provsu ibu Dr. Ir. Hj. Hidayati, M.Si.

Bu Hidayati dalam sambutannya mengUcapkan terima kasih kepada pihak sekolah dan juga instansi lainnya yang telah berpartisipasi dan dedikasinya terhadap pelestarian lingkungan disekolahnya.

Kepala SD Shafiyyatul Amaliyyah menuturkan, “SD, SMP, dan SMA YPSA merupakan salah satu dari 152 sekolah di Sumatera Utara yang menerima SK tersebut”.

Kepala SMP Shafiyyatul Amaliyyah Irsal Efendi mengungkapkan rasa syukurnya, “Syukur kepada Allah SWT atas raihan ini. Penetapan ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada guru dan seluruh siswa YPSA untuk lebih meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekolah maupun di rumahnya”.

“Semoga ini langkah bagus dan baik bagi YPSA untuk meraih tingkat Nasional kedepannya, amin” akhiri Irsal.

Senada dengan keduanya Kepala SMA YPSA Rudi Sumarto mengatakan bahwa peraihan prestasi ini tak lepas dari motivasi dan dukungan dari Pembina YPSA Drs. H. Sofyan Raz, Ak.M.M., dan Ketua Umum YPSA Hj. Rahmawati.

Sebelumnya, SMP Shafiyyatul Amaliyyah meraih juara I sebagai sekolah Adiwiyata Tahun 2016 dari Badan Lingkungan Hidup Kota Medan yang diserahkan langsung oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup Bapak Ir. ARIEF S TRINUGROHO di Lapangan Upacara SMP N 11 Medan, Selasa (31/5/16).

Sedangkan SMA YPSA meraih juara harapan I sebagai sekolah Adiwiyata dan SD YPSA meraih sertifikat sekolah Adiwiyata.


sumber: deras.co.id

Gerakan "Sabtu Bersih"

Written By yuslihanf on Senin, 28 November 2016 | 20.11.00

Sekolah Dasar Shafiyyatul Amaliyyah melaksanakan kegiatan "Sabtu Bersih" di seluruh area lingkungan Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah. (Sabtu, 26/11/2016).

Kepala Sekolah, Bapak Azhar Fauzi, M.Pd.I mengatakan program ini merupakan salah satu bentuk kegiatan untuk mendukung pelaksanaan adiwiyata dan juga untuk membiasakan siswa agar senantiasa menjaga lingkungan dan lebih peduli terhadap kebersihan, terutama di lingkungan sekolah.

"Kegiatan Sabtu Bersih ini kedepannya akan kita teruskan dan dijadwalkan untuk membiasakan siswa/i membersihkan lingkungan sekola dan merasakan langsung manfaat dari kebersihan itu sendiri", tambahnya. 

Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa/i dan guru serta karyawan Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah.

Disamping kegiatan membersihkan,  beberapa siswa juga merawat bunga dan tanaman yang ada di lingkungan YPSA dengan menyiram dan menyiangi rumput-rumput yang ada di sekitar tanaman. 

Berikut ini liputan pelaksanaan Sabtu Bersih di YPSA. Selamat menikmati dan semoga bermanfaat serta menjadi contoh bagi sekolah lainnya. 


YPSA Peringati Hari Guru Nasional 2016

Written By yuslihanf on Jumat, 25 November 2016 | 19.46.00

Sekretaris Umum YPSA Hj. Rizki Fadilah Raz, M.Psi.Psikolog., menjadi pembina upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2016 di lapangan hijau YPSA, Jum’at (25/11/16).

Dalam kesempatan ini pembina upacara membacakan langsung pidato dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP. Selanjutnya Hj. Rizky memberikan apresiasinya kepada guru-guru YPSA yang telah mengabdi di YPSA. Tak lupa Hj. Rizki mengucapkan terima kasih kepada guru-guru SD, SMP, SMA, sampai dengan dosen-dosennya yang telah mendidiknya menjadi seperti sekarang ini.

Usai upacara siswa-siswi SMA YPSA memberikan penampilan ucapan terimakasih kepada guru-guru YPSA dengan merentangkan spanduk dan melepas balon sambil salah satu siswi membacakan puisi diiringi biola.

Selanjutnya siswa-siswi PGTK, SD, SMP, SMA YPSA salam dan ucapkan selamat Hari Guru Nasional kepada Pembina YPSA Drs. H. Sofyan Raz, Ak.M.M., pengurus lainnya dan guru-guru YPSA sembari memberikan sekuntum bunga.

Pada hari yang berbahagia ini, Ketua Umum YPSA Hj. Rahmawati Sofyan Raz juga memberikan sekuntum bunga kepada semua guru dan karyawan YPSA.

Dalam pesannya Ketua Umum YPSA menyampaikan, “Bapak dan Ibu guru yang saya cintai, dalam rangka hari pendidikan ini marilah kita bersama kembali mengintropeksi dan mengevaluasi diri untuk tetap berpegang terhadap motivasi Rasullullah SAW. Bahwa hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini. Meskipun kita sebagai guru atau pendidik tetaplah kita selalu belajar terus menuntut ilmu menambah wawasan”.

“kita adalah guru teladan untuk mengantarkan cita-cita sesuai visi-misi YPSA ‘We shall Create Golden Generation ,Disciplined, relegious, Smart’ yang kita pertanggung jawabkan kepada Allah swt, untuk mencapai kehidupan dunia akhirat”. Akhiri usai makan siang bersama para guru di Raz Garden YPSA.

sumber: ypsaonline

MAHKAMAH AGUNG : GURU TAK BISA DIPIDANA KARENA MENDISIPLINKAN SISWA

Written By yuslihanf on Rabu, 16 November 2016 | 17.43.00

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabbarakatuh

Selamat Pagi

sinarberita.com - Kasus pemukulan yang menimpa rekan guru kita begitu menyita perhatian publik, hingga detik ini kasus ini masih menjadi topik yang paling banyak dipublikasikan di media-media pemberitaan online.

Dunia pendidikan kembali gempar saat seorang guru di Makassar dipukuli oleh orang tua siswa. Sang orang tua memukuli karena tidak terima anaknya didisiplinkan sang guru. Bagaimana dalam kacamata pidana?

Berdasarkan yurisprudensi Mahkamah Agung (MA) yang dikutip dari website MA, Jumat (12/8/2016), guru tidak bisa dipidana saat menjalankan profesinya dan melakukan tindakan pendisiplinan terhadap siswa. Hal itu diputuskan saat mengadili guru dari Majalengka, Jawa Barat, SD Aop Saopudin (31).

Kala itu, Aop mendisiplinkan empat siswanya yang berambut gondrong dengan mencukur rambut siswa tersebut pada Maret 2012. Salah seorang siswa tidak terima dan melabrak Aop dengan memukulnya. Aop juga dicukur balik.

Meski sempat didemo para guru, polisi dan jaksa tetap melimpahkan kasus Aop ke pengadilan. Aop mengenakan pasal berlapis, yaitu:

1. Pasal 77 huruf a UU Perlindungan Anak tentang perbuatan diskriminasi terhadap anak. Pasal itu berbunyi:

Setiap orang yang dengan sengaja melakukan tindakan diskriminasi terhadap anak yang mengakibatkan anak mengalami kerugian, baik materiil maupun moril sehingga menghambat fungsi sosialnya dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100 juta.

2. Pasal 80 ayat 1 UU Perlindungan Anak.
3. Pasal 335 ayat 1 kesatu KUHP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan.

Atas dakwaan itu, Aop dikenakan pasal percobaan oleh PN Majalengka dan Pengadilan Tinggi (PT) Bandung. Tapi oleh MA, hukuman itu dianulir dan menjatuhkan vonis bebas murni ke Aop. Putusan yang diketok pada 6 Mei 2014 itu diadili oleh ketua majelis hakim Dr Salman Luthan dengan anggota Dr Syarifuddin dan Dr Margono. 

Ketiganya membebaskan Aop karena sebagai guru Aop mempunyai tugas untuk mendisiplinkan siswa yang rambutnya sudah panjang/gondrong untuk menertibkan para siswa. Pertimbangannya adalah:

Apa yang dilakukan terdakwa adalah sudah menjadi tugasnya dan bukan merupakan suatu tindak pidana dan terdakwa tidak dapat dijatuhi pidana atas perbuatan/tindakannya tersebut karena bertujuan untuk mendidik agar menjadi murid yang baik dan berdisiplin.

Perlindungan terhadap profesi guru sendiri sudah diakui dalam PP Nomor 74 Tahun 2008. Dalam PP itu, guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Dalam mendidik, mengajar, membimbing hingga mengevaluasi siswa, maka guru diberikan kebebasan akademik untuk melakukan metode-metode yang ada. Selain itu, guru juga tidak hanya berwenang memberikan penghargaan terhadap siswanya, tetapi juga memberikan punishment kepada siswanya tersebut.

"Guru memiliki kebebasan memberikan sanksi kepada peserta didiknya yang melanggar norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, peraturan tertulis maupun tidak tertulis yang ditetapkan guru, peraturan tingkat satuan pendidikan, dan peraturan perundang-undangan dalam proses pembelajaran yang berada di bawah kewenangannya," bunyi Pasal 39 ayat 1.

Dalam ayat 2 disebutkan, sanksi tersebut dapat berupa teguran dan/atau peringatan, baik lisan maupun tulisan, serta hukuman yang bersifat mendidik sesuai dengan kaedah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundang-undangan. 

"Guru berhak mendapat perlindungan dalam melaksanakan tugas dalam bentuk rasa aman dan jaminan keselamatan dari pemerintah, pemerintah daerah, satuan pendidikan, organisasi profesi guru, dan/atau masyarakat sesuai dengan kewenangan masing-masing," papar Pasal 40.

Rasa aman dan jaminan keselamatan tersebut diperoleh guru melalui perlindungan hukum, profesi dan keselamatan dan kesehatan kerja.

"Guru berhak mendapatkan perlindungan hukum dari tindak kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif, intimidasi, atau perlakuan tidak adil dari pihak peserta didik, orang tua peserta didik, masyarakat, birokrasi, atau pihak lain," tegas Pasal 41.

Nah, jika sedikit-sedikit guru diproses hukum dengan UU Perlindungan Anak karena sedang menjalankan profesinya --salah satunya mendidik dan mendisiplinkan siswa--, apa jadinya generasi bangsa Indonesia nantinya?

Buat yang berprofesi Guru Ini Lho *Peraturan Pemerintah yang melindungi Guru* dalam melaksanakan tugas nya adalah *_PP No. 74 tahun 2008_* 

Hal ini perlu diindahkan oleh Murid/Wali Murid, kepolisian, kejaksaan, Pengadilan Negeri (PN) dan Pengadilan Tinggi (PT) 

Bunyi Pasal/Ayat tentang guru:

1⃣ *Pasal 39 ayat 1*. 
"Guru memiliki kebebasan memberikan sanksi kepada peserta didiknya yang melanggar norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, peraturan tertulismaupun tidak tertulis yang ditetapkan guru, peraturan tingkat satuan pendidikan, dan peraturan perundang-undangan dalam proses pembelajaran yang berada di bawah kewenangannya," 

Dalam *ayat 2* disebutkan, sanksi tersebut dapat berupa teguran dan/atau peringatan, baik lisan maupun tulisan, serta hukuman yang bersifat mendidik sesuai dengan kaedah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundang-undangan. 

2⃣ *Pasal 40*. 
"Guru berhak mendapat perlindungan dalam melaksanakan tugas dalam bentuk rasa aman dan jaminan keselamatan dari pemerintah, pemerintah daerah, satuan pendidikan, organisasi profesi guru, dan/atau masyarakat sesuai dengan kewenangan masing-masing," 

Rasa aman dan jaminan keselamatan tersebut diperoleh guru melalui perlindungan hukum, profesi dan keselamatan dan kesehatan kerja. 

3⃣ *Pasal 41*. 
"Guru berhak mendapatkan perlindungan hukum dari tindak kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif, intimidasi, atau perlakuan tidak adil dari pihakpeserta didik, orang tua peserta didik, masyarakat, birokrasi, atau pihak lain,"


Demikian berita seputar isi yurisprudensi MA terkait kasuss guru yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.


sumber: sinarberita.com 
sumber: detik.com
 
Support : Creating Website | Mas Template | Template
Copyright © 2011. SD Shafiyyatul Amaliyyah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger