INFO PENERIMAAN SISWA BARU


Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Kegiatan Guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan Guru. Tampilkan semua postingan

Ustadz Heriansyah: Ketaatan Nabi Ibrahim Berbuah Keberkahan Dari Allah SWT

Written By sdypsa on Rabu, 08 Agustus 2018 | 21.24.00

Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah kembali menggelar Pengajian Akbar YPSA dengan penceramah Ustadz Heriansyah, S.Ag. di Raz Garden YPSA, Sabtu (04/08/18).
Tampak hadir pada pengajian akbar antara lain Pembina YPSA Drs. H. Sofyan Raz, Ak.M.M, Ketua Umum YPSA Hj. Rahmawaty, Sekretaris Umum YPSA Hj. Rizki Fadilah Raz, M.Psi.Psikolog., SDM YPSA, orangtua siswa YPSA dan masyarakat umum.
Ustadz Heriansyah, S.Ag., menjelaskan bagaimana awal mula syari’at qurban ditetapkan.
“qurban adalah ibadah yang sangat erat kaitannya dengan sejarah perikehidupan Nabi Ibrahim beserta keluarganya, dan Ibrahim adalah nabi yang lahir di Babilonia(sekarang Irak), dimana negeri tersebut berada dibawah kepemimpinan Kerajaan Persia”.
“Ibrahim dalam buku-buku tafsir dijelaskan berasal dari kata ‘Aba Rahim’ artinya ayah yang sangat penyayang, beliau bukan hanya sayang  terhadap anaknya tapi juga terhadap semua anak. Ibrahim mengajarkan bahwa hidup ini harus penuh kasih sayang, baik kepada anak maupun orangtua, baik kepada yang lebih tua maupun yang lebih muda”.
Kemudian Ustadz Heriansyah, S.Ag., menceritakan bagaimana ujian besar yang diterima oleh Nabi Ibrahim.
“Ibrahim dan Sarah menikah kemudian melahirkan Ismail, ketika Ismail lahir datang ujian, Allah perintahkan  Nabi Ibrahim untuk mencari situs Ka’bah bersama istri dan anaknya mulai dari Kan’an(Palestina) hingga Mekah. Kemudian Allah perintahkan Ibrahim untuk meninggalkan anak dan istrinya di Mekah, lalu Allah perintahkan Ibrahim untuk kembali ke Kan’an, tangis perpisahan Hajar dan Ibrahim disebut ‘Bakkah’ hingga menjadi Mekah yang seperti kita kenal sekarang.”
“Setelah sekian lama Ibrahim kembali ke Kan’an dan melihat anaknya telah tumbuh menjadi anak yang sholih, Allah kembali memberikan ujian dengan memerintahkan Ibrahim untuk menyembelih Ismail anak satu-satunya. Ketika hendak disembelih Ismail berpesan 3 hal pada ayahnya Ibrahim:
1. Ayah tolong tajamkan pisaumu,
2. Ayah tolong tutup mata saya dengan sehelai kain, saya khawatir syetan masuk kedalam hati saya dan merusak kesabaran saya.
3. Ayah tolong ketika menyembelih jubah ayah diangkat sedikit, jangan sampai darah saya mengenai jubah yang ayah kenakan, sehingga ketika pulang ibu sedih  melihat jubah ayah yang berlumuran darah. Ketika Ismail mempersembahkan ketaatan kepada Allah SWT, Allah selamatkan Ismail dan digantikan dengan seekor kambing lalu memberikan keberkahan yaitu 7 tahun setelah kejadian itu Hajar melahirkan Ishak, dari Ishak dan Ismail melahirkan para rasul dan nabi besar hingga akhir zaman”. Ustadz Heriansyah mengakhiri taushiyahnya.

Pelantikan SDM 2018-2019 Sekaligus MoU YPSA Dan Bank Mandiri

Written By YF on Jumat, 06 Juli 2018 | 22.31.00

Seluruh SDM Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah dengan khidmat mengikuti acara pelantikan  dan pembacaan Surat Keputusan SDM YPSA TP 2018-2019 di Adhigara Room Raz Hotel & Convention, Jum’at (6/7/18).
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-qur’an oleh Bapak Syaiful Azhar, S.Pdi. dan dilanjutkan dengan do’a yang dibawakan oleh Bapak Robi Putra Nurullail, M.Pdi.
Tampak hadir Pembina YPSA Drs. H. Sofyan Raz, Ak.M.M., Ketua Umum YPSA Hj. Rahmawaty, Sekretaris Umum  Hj. Rizki Fadilah Raz, M.Psi., Psikolog, Ketua Harian Addaratul Hasanah, S.Pd., M.Si., dan seluruh SDM yang hadir mengikuti acara pelantikan dan pembacaan Surat Keputusan SDM YPSA TP 2018-2019.
Ketua Umum YPSA Hj. Rahmawaty juga memberikan penghargaan dan Tunjangan Hari Tua kepada salah satu SDM YPSA yang telah mengabdi selama 17 tahun Ibu Hj. Aida Haryani yang telah memasuki Masa Purna Bakti. Hal ini merupakan salah bentuk apresiasi yang diberikan oleh YPSA kepada SDM yang telah berdedikasi tinggi yang memberikan pengabdian yang luar biasa bagi YPSA.
Dalam kesempatan yang sama juga YPSA menjalin kerjasama dengan Bank Mandiri mengenai penerapan Sistem Manajemen Sekolah secara Elektronik atau e-School Management System. Penandatanganan MoU YPSA yang ditandatangani oleh Ketua Harian YPSA Addarattul Hasanah Lubis, S.Pd., M.Si., dengan Bank Mandiri yang dikuasakan kepada Jimmi Hasudungan Siahaan selaku Transaction Banking WholesaleHead Bank Mandiri.
“Kami dari Bank Mandiri mengucapkan terima kasih atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk bersama-sama membangun Sistem Informasi untuk membantu pihak Sekolah dalam layanan transaksi dan laporan keuangan”, ujar Jimmi Hasudungan Siahaan dalam sambutannya.
Pembina YPSA Drs. H. Sofyan Raz, Ak.M.M., kemudian memberikan motivasi kepada seluruh SDM YPSA agar menjadi super tim yang kompak, solid untuk bersama-sama membangun YPSA semakin lebih baik kedepannya.
“Kita butuh tim yang kompak, ayo kita bangun super tim ini, “,ungkap Buya.
Buya menambahkan, “Kita harus bersama sebagai sebuah tim, membangun YPSA yang semakin baik kedepannya, dengan begitu bisa menciptakan alumni-alumni yang hebat yang nantinya kan jadi pemimpin buat bangsa ini dimasa yang akan datang”.
Satu hari sebelumya ratusan SDM YPSA TP 2018-2019 juga mendapatkan pembekalan dan penyatuan visi misi oleh Ketua Umum YPSA Hj. Rahmawaty Sofyan Raz.


sumber: ypsaonline

Al-Qur’an Sebagai Sumber Ilmu Pengetahuan

Written By YF on Minggu, 10 Desember 2017 | 10.11.00

shafiyyatul.comAllah SWT telah menurunkan Al-Quran sebagai pedoman hidup seluruh manusia dengan berita, aturan-aturan juga pesan-pesan yang sempurna dan mencakup seluruh aspek kehidupan di dunia untuk mencapai keselamatan dunia dan akhirat. Allah SWT tidak mungkin menurunkan sesuatu tanpa ada suatu pesan berarti di dalamnya, begitupun dengan Al-Quran.
Hal tersebut disampaikan ustadz Dr. H. Zamakhsyari Hasballah, Lc., MA., saat menjadi penceramah pada Pengajian Akbar YPSA bulan Desember di Raz Garden Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah, Sabtu (9/12/17).
“Ayat dari Al-Quran yang pertama kali diwahyu kan kepada Rasulullah SAW  adalah QS. Al-Alaq: 1—5. Jika kita kaji lebih lanjut tentang ayat tersebut, betapa Allah menurunkan ayat tentang perintah membaca sebagai wahyu pertama itu menandakan pentingnya membaca sebagai landasan keilmuan bagi manusia. Saking pentingnya perintah membaca ini, malaikat Jibril mengulang ayat tersebut, Iqra, “Bacalah” sampai tiga kali kepada Rasulullah sebagai penegasan. Padahal kondisi masyarakat saat itu sangat jauh dari budaya membaca dan menulis.”,  terang ustadz.
Ustadz juga menyampaikan bahwa apapun yang berhubungan dengan keilmuan, kita ketahui bahwa semuanya tidak akan ada tanpa proses penalaran dan penelitian. Penalaran dan penelitian pun tidak akan berjalan tanpa proses membaca dan menulis. Penalaran dan perintah berpikir juga termaktub dalam Al-Quran dengan ayat-ayat yang mengisyaratkan hal tersebut.
Hal-hal yang patut kita baca dan pikirkan tidak sebatas tulisan-tulisan saja, tetapi juga hikmah-hikmah dari berbagai kejadian, fenomena alam dan lain sebagainya yang banyak termaktub dalam ayat-ayat Al-Quran mengenai penciptaan alam semesta dan manusia beserta sistem yang berjalan atas seluruh ciptaan-Nya tersebut karena kita tahu perintah membaca dalam Al-Quran surat Al-Alaq ayat kesatu tersebut konteksnya tidak hanya berati membaca tulisan, tetapi membaca juga fenomena alam dan kejadian-kejadian yang terjadi.
Setelah proses membaca dan penalaran atau berpikir tersebut, Allat SWT memerintahkan manusia untuk menulis. Isyarat mengenai menulis ini diungkapkan dalam surat Al-Alaq ayat ketiga  yang berbunyi “Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan qalam (pena),”. Bahkan Allah SWT berfirman “Nun, demi Qalam (pena) dan apa yang mereka tulis” dalam surat Al-Qalam ayat kesatu. Hal ini juga mengisyaratkan pentingnya kegiatan menulis.
Kata qalam dalam dalam surat Al-Alaq ayat ketiga tersebut banyak ditafsirkan sebagai lauhul mahfudz, yaitu kitab yang di dalamnya telah tertulis semua hal yang ada di alam semesta ini. Bahkan Allah telah mencontohkan dengan memerintahkan malaikat-malaikatnya untuk mencatat dan membukukan  seluruh amal perbuatan manusia. Maka dari itu, kita sebagai manusia dan ciptaan-Nya tentu juga harus memiliki catatan untuk menyimpan apa-apa yang telah kita “baca” dan “pikirkan”, baik itu dalam bentuk tulisan di buku, data dalam komputer, atau lainnya.
Maka, pantaslah “membaca”, “berpikir” dan “menulis” diperintahkan Allah untuk menjadi hal yang harus dilakukan manusia ketika hendak mendalami hal-hal yang berhubungan dengan keilmuan. Karena pada hakikatnya, Allah-lah yang mengajarkan semua pengetahuan kepada manusia. Ini seperti yang sampaikan-Nya dipenghujung ayat terakhir wahyu pertama yang diturunkan. “Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”
Selanjutnya ustadz mengatakan bahwa ada 4 ilmu agama yang harus diketahui umat Islam sekarang. Pertama, ilmu yang berkaitan dengan Allah dan sifat-sifatnya. Kedua, ilmu tentang hakikat kehidupan dunia. Ketiga, ilmu utk mengenal hakikat dan keteladanan rasulullah SAW. Dan keempat, ilmu tentang adab akhlak dan fardu Ain.
Ustadz juga mengapresiasi kepada YPSA yang telah menjadi ajang silaturahmi dan pusat dakwah pendidikan Islam. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya penceramah dari berbagai daerah Sumatera Utara dan Nasional. Dengan pengajian YPSA ini, hubungan ukhuwah islami semakin terjalin antarumat Islam Indonesia.
Tampak hadir diantara jamaah pengajian Pembina YPSA Buya Sofyan Raz, Ketua Umum YPSA Hj. Rahmawaty, Hj. Rizki Fadilah Raz, Guru-guru, dan jamaah pengajian dari luar YPSA lainnya.

H. R. Muhammad Syafi’i : “YPSA Adalah Sekolah Islam Yang Paling Saya Banggakan”

Written By YF on Selasa, 07 Februari 2017 | 08.39.00

“YPSA adalah pendidikan Islam di Sumut yang paling saya banggakan” Hal ini diungkapkan Al-ustadz H. R. Muhammad Syafi’i, M.Hum., saat memberikan ceramah kepada jamaah pengajian akbar YPSA di Raz Garden, Sabtu (4/2/17).

Romo, panggilan akrab anggota DPRRI komisi III ini menambahkan bahwa empat anak-anaknya telah berhasil menjadi dokter, dosen, pegawai Bank, dan bendahara salah satu partai terbesar di Indonesia. “Dan keempat putra-putri saya ini adalah alumni Shafiyyatul Amaliyyah”.

Romo mengakui dengan lugas dihadapan ratusan jamaah, “saya salah satu perintis YPSA pada masa awal berdirinya. Saat itu saya sebagai pegawai YPSA spesialis pembaca do’a dalam setiap kegiatan di YPSA. Alhamdulillah atas berkah Allah SWT dari YPSA ini saya dapat menjadi pembaca do’a paling menggemparkan di Indonesia”.

Romo dengan tegas mengatakan bahwa pendidikan itu sangat penting. Romo mengisahkan bagaimana kehidupannya dulu dan perjuangan ibunya dalam membesarkan dan mendidik anak-anaknya. Dengan hasil jerih payah sang ibu dan perjuangan Romo serta keluarga untuk hidup dan sekolah, hasilnya dapat dirasakan sekarang ini.

“Mari kita saling membantu pendidikan Islam di Indonesia ini khususnya Sumatera Utara. Jangan sampai kita semua dikuasai orang-orang yang berpaham liberal dan lainnya.

Selanjutnya Romo mengungkapkan dalam tausiyahnya untuk lebih mempercayai ulama. “Percayalah pada ulama, lebih percayalah pada ulama, karena kita disuruh menauladani rasulullah. Rasulullah mengatakan Al ulama warasatil Ambiya, ulama adalah pewaris para nabi. Kalau nabi sudah tidak ada, maka percayalah pada ulama”.

Dengan tema Problematika Umat Islam Indonesia dan Solusinya, Romo menjelaskan, “Pancasila itu hasil kerja dan perjuangan umat Islam. Sekarang ini umat Islam dipandang sebagai anti pancasila, namun ini merupakan pemutarbalikan fakta sejarah. Kesepakatan tertinggi negara ini tentang ideologi Pancasila yang diputuskan BPUPKI yang dipimpin oleh Rajiman Widyodiningrat kemudian dilanjutkan diputuskan dalam sidang PPKI yang dipimpin Ir. Soekarno, kesepakatannya adalah Piagam Jakarta”.

“Dimana sila pertamanya adalah Ketuhanan Dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam Bagi Pemeluk-pemeluknya. Tapi sehari setelah proklamasi, tepatnya 18 Agustus 1945, ketika akan diresmikan menjadi ideologi negara Indonesia, ada orang Nasrani dari Indonesia Timur, memohon agar Kewajiban Menjalankan Syariat Islam Bagi Pemeluk-pemeluknya itu dihapuskan. Dan itupun bukan dalam rapat resmi. Tapi semata-mata kebesaran ulama pada waktu itu untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, dengan penuh ketulusan, dicoretlah Kewajiban Menjalankan Syariat Islam Bagi Pemeluk-pemeluknya, maka jadilah sila pertama itu Ketuhanan Yang Maha Esa”.

“Jadi Pancasila itu bukan pekerjaan orang lain, itu murni hadiah umat Islam kepada bangsa Indonesia”. Tegas Romo.

Selanjutnya Romo mengisahkan, “Dalam perjuangan ini saya tidak takut. Ketika sadapan di rumah saya semakin tinggi, ketika kenyamanan dalam diri saya sudah diintai, saya pulang ke Medan dan saya kumpulkan anak-anak saya, dan saya katakan kepada anak-anak saya, “Romo tidak akan berhenti berjuang. Karena kalau ada 1000 yang membela agama ini, Romo kepingin Romo salah satunya. Kalau ada 100 yang membela agama ini, Romo salah satunya. Kalau 10 yang membela agama ini, Romo juga salah satunya, kalau hanya 1 orang saja, izinkan Romo membela agama ini, karena Romo lebih senang mati berdarah membela agama, ketimbang mati sakit ditempat tidur”.

“Kalau benar Romo mati berdarah membela agama ini, cucu kalian pun akan dihormati orang, saya bilang ke anak saya. Tapi kalau Romo mati mengkhianati agama ini, kalian pun tak akan sanggup menunjukkan muka di hadapan orang banyak. Jadi kenapa harus takut untuk membela agama. Tapi harus pandai-pandai meniti bui, jangan kasar, jangan serampangan, ikuti aturan, tapi jangan surut semangat kita membela kebenaran”, Romo mengakhiri.



Undangan Pengajian Akbar YPSA: Oktober 2016

Written By YF on Senin, 03 Oktober 2016 | 15.09.00

Keluarga besar Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah kembali akan menyelenggarakan pengajian akbar tingkat Kota Medan yang akan dilaksanakan hari Sabtu, 08 Oktober 2016, mulai pukul 13:00 s/d 15:00 WIB di halaman YPSA atau di area "Raz Garden" YPSA. 

Bapak Azhar Fauzi, M.Pd.I selaku pengurus Masjid Shafiyyatul Amaliyyah mengatakan pengajian ini merupakan pengajian akbar yang kedua dan Insya Allah kedepannya akan rutin dilaksanakan setiap bulan di YPSA dan terbuka untuk umum, siapa saja boleh mengikuti pengajian ini.

"Untuk undangan, mulai hari Senin ini akan kami kirimkan kepada orangtua siswa yang merupakan bagian dari keluarga besar YPSA, pengurus-pengurus masjid dan kelompok-kelompok pengajian yang ada di Kota Medan dan termasuk kepada tokoh-tokoh yang ada di kota Medan juga akan kami undang", terang Pak Fauzi.

Dalam pengajian kali ini ustadz yang akan mengisi ceramah agama yaitu ustadz H. Abdul Latif Khan yang merupakan salah satu ustadz di Kota Medan, dengan materi yang akan disampaikan tentang Muharram atau hijrah.

Dalam wawancara terpisah dengan Kepala Bagian Pendidikan dan IT, bapak Bagoes Maulana, M.Kom menambahkan, sebagaimana dalam kegiatan-kegiatan sebelumnya Bagian Pendidikan dan IT YPSA memberikan layanan publikasi secara langsung / online yaitu dengan live streamming yang dapat diakses oleh masyarakat umum di situs youtube.com dengan harapan para orangtua siswa yang tidak dapat hadir dapat menyaksikan langsung secara live di situs youtube dengan alamat www.youtube.com/official.theYPSA.

Pengajian Akbar YPSA Bangkitkan Nilai-nilai Islam Yang Akan Terdegradasi

Written By YF on Sabtu, 10 September 2016 | 20.00.00

“Islam Indonesia saat ini mengalami Degradasi. KH. Ahmad Dahlan pernah berkata semasa hidup, bahwa Allah SWT menjamin Islam di dunia tetap ada sampai akhir kiamat, tapi Allah SWT tidak menjamin Islam tetap ada di Indonesia sampai akhir zaman nanti”.

Hal ini diungkapkan Al-Ustadz Heriansyah, S.Ag., saat mengisi Pengajian Akbar di Raz Garden YPSA, Sabtu (10/9/16).

“Dulu Spanyol itu adalah sebuah negara Islam yang besar, sampai tahun 1200 Masehi, namanya Andalusia, kemana Islam sekarang di Spanyol, hilang. Banyak bukti peradaban Islam yang berubah di Spanyol sampai saat ini dapat kita lihat”.

“Konsep persaudaraan dalam Islam itu sangat kuat. Jangan menyakiti saudara sendiri, karena itu sama saja menyakiti anggota tubuh kita sendiri. Bersaudara itu jangan meninggalkan saudara kita demi memberikan loyalitas kepada seorang yang beda akidah dengan kita,  Itu tidak boleh. Jangan mengabaikan saudara kita”. Tegas ustadz.

“Dalam surat Al Imran ayat 38, Allah SWT berfirman yang artinya jangan orang-orang yang beriman mengambil  orang-orang kafir menjadi pemimpin dengan meninggalkan orang-orang yang seagama dengan kita.  Siapa-siapa yang melakukan itu maka tidak ada lagi hubungan Aku dengan dia” terang ustadz Heriansyah.

“Ini bukan rasis tapi ini syariat. Jangan jadikan orang-orang dari luar kita menjadi pemimpin. Nabi mengatakan bahwa jangan kamu meminta cahaya apinya dari orang musyrik. Artinya adalah jangan meminta pendapat orang-orang musyrik. Karena saran dan pendapat dari mereka berasal dari hati mereka. Adapun hati mereka Allah telah jamin mereka tidak pernah suka melihat engkau mendapatkan kebaikan”. Tegas Ustadz

“Presiden kita baru saja mengangkat Jack Ma dari China menjadi penasehat Ekonomi, apa gak ada lagi orang di negeri yang dapat menasehati beliau”. Sentil Ustadz.

Kalau ada ungkapan “kafir yang jujur lebih baik dari muslim yang korup”, ini perkataan dari iblis. Membandingkan seharusnya muslim yang jujur lebih baik dari kafir yang jujur.  Bahkan lebih baik lagi muslim yang korup lebih baik dari kafir yang jujur. Kenapa? Karena Al-qur’an mengatakan bahwa seburuk-buruk kejahatan itu adalah kekafiran. Jadi jangan termakan propaganda-propaganda iblis seperti ini.

“Oleh karena dalam menyambut Hari Raya Idul Adha ini. Mari kita merenung apa-apa yang telah kita perbuat dan berusaha untuk lebih baik lagi. Saat ini umat Islam seluruh dunia sedang berkumpul di Arafah untuk menunaikan Ibadah haji”.

“Haji itu adalah Arafah. Bagi kita yang tidak dapat melaksanakan ibadah haji, ada ibadah yang kita lakukan dari sini yaitu puasa Arafah. Nabi mengatakan Puasa Arafah akan menghapus dosa yang lalu dan dosa yang akan datang”.

 “Berhaji bagi yang mampu. Haji itu bermakna bukti. Bukti benarnya keislaman seseorang, bukti benarnya keimananan seseorang. Haji itu ritual yang sangat sakral”. Jelas ustadz.

Azhar Fauzi, M.Pd.I., selaku ketua panitia pengajian akbar mengatakan, “pengajian ini akan terus dilaksanakan setiap bulan dan akan mendatangkan ustadz dari ibukota Jakarta. Untuk bulan depan pengajian akan diisi oleh al-ustadz Latif Khan”.

“Bapak dan Ibu yang tidak sempat hadir, Pengajian Akbar YPSA dapat disaksikan secara langsung (LIVE STREAMING) melalui saluran Youtube di gadget”. Tambah Fauzi.

Tampak hadir ratusan jamaah pengajian akbar ini antara lain Pembina YPSA Drs. H. Sofyan Raz, Ak.M.M., Pembina YPSA H. Arisyi Fariza Raz, M.Sc., Ketua Umum YPSA Hj. Rahmawaty, Sekretaris Umum YPSA Hj. Rizki Fadilah Raz, M.Psi.Psikolog., Bendahara Umum YPSA H. Hizrian Fathullah Raz, B.Com., S.E., M.Sc., Pengawas YPSA H. Hasfi Fauzan Raz, S.Ked., tokoh masyarakat Maulana Pohon, Mayor Firdaus dari Lanud Suwondo, Letkol Mar. Morlan dari Lantamal I, Tiowa Nainngolan dari Polresta Medan, bapak Sujai dan Agus Sumanto perwakilan Koramil, Legimin Syukri dai MUI Medan, Sufiani Jalil dari Bank BRI, SDM YPSA, dan orangtua siswa YPSA.

sumber: YPSA Online

Jelang TP 2016/2017, Pembekalan Guru PAI

Written By YF on Rabu, 22 Juni 2016 | 15.18.00

Ketua Umum YPSA Hj. Rahmawaty Sofyan Raz memberikan pembekalan kepada guru-guru Pendidikan Agama Islam menjelang Tahun Pelajaran 2016-2017 di ruang serbaguna Masjid Shafiyyatul Amaliyyah, Sabtu (18/6/16).


Sebelum memberikan pembekalan, Ibu Ketua Umum YPSA yang akrab dengan panggilan Ummi Etty mengajak kepada seluruh guru dan wali kelas yang hadir untuk merenung, menginstropeksi dan mengevaluasi diri tentang kelemahan-kelemahan diri sendiri. 

"Mari kita bersama berfikir, memikirkan dan saling berbagi fikir. Setahun sudah berlalu, dan saat ini akan memasuki tahun pelajaran baru 2016/2017, kita akan mengevaluasi kurikulum, cara mengajar, cara mendidik, cara mengaplikasi dan melaksanakan tugas dan tanggungjawab kita, baik secara tertulis sesuai sistem manajemen YPSA maupun secara proses, karena pendidikan juga melalui proses alam yang diciptakan Allah SWT", jelasnya.

Dalam pembekalannya Ketua Umum YPSA memaparkan tentang ketauhidan dalam kehidupan sehari-hari, dimana wali kelas dan guru-guru pendidikan agama Islam harus dapat mengajarkan kepada siswa/i tentang ketahuidan dalam setiap aktivitas baik KBM maupun dalam aktivitas keseharian sehingga siswa/i dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. 

Acara ditutup dengan doa bersama dan Ibu Ketua Umum mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan selamat bertugas kepada seluruh guru-guru dan wali kelas. 









Khas YPSA: Bermaaf-maafan Sebelum Menunaikan Ibadah Puasa

Written By YF on Sabtu, 04 Juni 2016 | 08.54.00

Keluarga besar Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah Medan hari ini melaksanakan acara "Saling Bermaafan" dengan sesama guru, karyawan dan seluruh jajaran kepengurusan YPSA di Ruang Serbaguna Masjid YPSA (Jumat, 3 Juni 2016).

Hadir dalam kegiatan tersebut Bapak Pembina YPSA Buya Drs. H. Sofyan Raz, Ak. MM, Ibu Ketua Umum YPSA, Ummi Hj. Rahmawaty Sofyan Raz, Ibu Sekretaris Umum, Hj. Rizki Fadhillah Raz, M.Psi., Psikolog, Ketua harian, Ibu Addaratul Hasanah Lubis, S.Sos., S.Pd., Kepala Bagian Pendidikan, Bapak Bagoes Maulana, M.Kom, para kepala Sekolah PG/TK, SD, SMP dan SMA serta seluruh guru dan karyawan Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah.

Bulan ramadhan merupakan bulan penuh keutamaan dan kemuliaan, dimana salah satu keutamaan dalam bulan Ramadhan adalah diampuninya dosa-dosa umat islam yang beriman sebagaimana dalam Hadis: “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari).

Oleh karena keutamaan yang terdapat pada bulan tersebut, maka bagi keluarga besar Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) menjadikannya suatu moment acara untuk saling bermaaf-maafan antar sesama guru dan karyawan serta seluruh jajaran kepengurusan sebelum memasuki bulan Ramadhan dengan tujuan dan harapan seluruh SDM keluarga besar YPSA dapat melaksanakan ibadah lebih khusu' dan hikmat, tidak ada perselisihan dan rasa bersalah terhadap sesama sehingga amal ibadah yang dilaksanakan di bulan Ramadhan ini lebih maksimal dan  apa yang menjadi keutamaan di bulan ramadhan dapat diraih.

Pembina YPSA, Buya Drs. H. Sofyan Raz, Ak. MM. dalam sambutannya mengatakan, banyak kegiatan yang sudah dilaksanakan selama tahun pelajaran 2015/2016 dan cukup padat baik PG/TK, SD, SMP dan SMA, yang mana pada puncaknya pada kegiatan wisuda yang dilaksanakan pada hari ini, seluruhnya sudah berjalan dengan baik, dan sudah ada kemajuan-kemajuan dan disiplin, siswa/i yang tampil mengisi acara juga sudah cukup baik, dan buya mengucapkan terima kasih atas pencapaian tersebut.

"Banyak apresiasi yang kita dapatkan baik dari wali murid, dinas dan pejabat serta masyarakat untuk YPSA, hal ini patut kita syukuri. Hal ini harus tetap dijaga dan ke depan harus lebih baik". tambahnya.

"Disamping kemajuan-kemajuan yang kita lakukan, masih ada hal-hal yang juga tidak kita lakukan, ini pelajaran dan seharusnya hal ini tidak terjadi, kedepannya tidak ada lagi teguran, semua harus bertanggungjawab", harapan buya kepada seluruh SDM.

Sehubungan dengan akan dilaksanakan pembagian rapor, buya berpesan agar guru-guru tidak menerima bingkisan atau pemberian dari orangtua siswa yang dapat memunculkan rumor, komen-komen yang tidak baik. "Hal ini harus tetap dijaga dan jangan sampai ada guru yang melanggar", ucapnya.

"Mendidik adalah suatu yang luar biasa. Jangan sampai ada yang membeda-bedakan siswa, semua siswa di YPSA tidak membedakan mana yang anak pejabat, yang ekonominya biasa aja dan yang ekonominya tinggi, semua kita berlakukan sama dalam mendidik", pesan buya. 

Dan dengan sehubungan dengan akan menyambut bulan ramadhan, buya berpesan kepada seluruh SDM, agar pada bulan ramadhan ini agar dijadikan suatu evaluasi diri agar ke depan lebih baik.

Pada akhir acara, setelah sambutan-sambutan dilanjutkan dengan acara bersalam-salaman seluruh SDM dengan Bapak Pembina, Ibu Ketua Umum, Sekretaris UMUM YPSA, pengurus, kabag, kepsek, dan disambung bersalaman antar guru dan karyawan.

link: foto

SDM SD YPSA Ikuti Fit & Proper Test

Written By YF on Rabu, 25 Mei 2016 | 12.00.00

Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) yang terdiri dari unit PGTK, SD, SMP, dan SMA, uji kemampuan setiap calon guru mata pelajaran melalui Ujian Kompetensi Guru di ruang kelas YPSA. Ini merupakan tahap awal dari fit and proper test di YPSA.

Istilah fit and proper test sering kita baca atau dengar di berbagai media massa. Fit and proper test diadakan untuk mencari individu yang layak dan pantas untuk mengampu beban dan tanggung jawab yang akan dijalani.

Guru YPSA sebagai lini terdepan yang bertanggung jawab terhadap tinggi rendahnya mutu pendidikan di YPSA sudah seharusnya menjalankan fit and proper test.

Untuk menjadi pengajar di YPSA seorang calon guru harus menghadapi serangkaian tes atau ujian. Mulai dari tes tertulis, praktik mengajar hingga wawancara. Jadi kelayakan dan kepantasan seorang calon guru benar-benar terlihat. Kandidat guru yang lulus akhirnya memang menunjukkan kualitasnya sebagai pengajar dan pendidik.

Guru tersebut layak sebagai seorang pengajar yang dibuktikan dengan penguasaannya terhadap materi pelajaran dan kemampuannya mengajar atau transfer of knowledge yang mumpuni. Ia juga pantas sebagai seorang pendidik yang terlihat dari kematangan emosi dalam menjalankan profesinya. Kombinasi kemampuan tersebut sangat bermanfaat bagi siswa dalam proses belajar mengajar. Bila sekolah memiliki guru yang layak dan pantas  menjadi pendidik dan pengajar untuk semua mata pelajaran, maka peningkatan mutu dan kesuksesan adalah tinggal masalah waktu untuk mencapainya.

Paling tidak ada tiga tahap pengujian agar guru yang lulus seperti yang diharapkan. Yang pertama adalah tes kemampuan mata pelajaran yang akan diajarkan calon guru. Ia harus menguasai bidang studi tersebut dengan sangat baik. Semakin pintar semakin baik.

Berikut adalah kemampuan calon guru dalam menyampaikan pelajaran yang harus diuji. Calon guru harus dapat mempresentasikan pendekatan, metode dan teknik mengajar yang baik. Tidak ada artinya seorang calon guru yang sangat pintar tapi tidak mampu mentransfer dan menyampaikan ilmu pengetahuan yang mereka miliki kepada siswa.

Yang terakhir adalah wawancara dan tes psikologi. Tahap ini sangat penting. Oleh karena YPSA bekerja sama dengan lembaga psikologi yang sudah berpengalaman. Pada sesi tes ini harus dapat diketahui dengan pasti apakah calon guru memiliki kesungguhan dan sikap yang baik untuk menjadi seorang pendidik dan pengajar.

Bila ketiga tahapan fit and proper di atas dijalankan dengan baik dan benar, maka Insya Allah kita akan mendapatkan guru yang bukan hanya menguasai materi dan metode mengajar yang baik tapi juga memiliki sifat dan sikap yang baik. Tentu guru dengan kualitas demikian yang kita cari untuk menjadi ujung tombak dalam proses belajar mengajar (PBM) di ruang kelas untuk memajukan dunia pendidikan di YPSA khususnya dan di Indonesia umumnya.

sumber: YPSA Online 

Pengajian Bulanan Keluarga Besar YPSA

Written By YF on Sabtu, 14 Mei 2016 | 17.02.00

Ustadz Heriansyah, S.Ag., berikan tausyiah dalam kegiatan pengajian setiap bulan SDM YPSA di ruang serbaguna Masjid Shafiyyatul Amaliyyah, Sabtu (14-5-16).
Ustadz mengatakan bahwa ada tiga hal yang harus dilakukan oleh manusia semasa hidup.
Sebagaimana firman Allah SWT kepada nabi Musa melalui suhuf, pertama berbekallah untuk hari berpulang, kedua berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup, dan ketiga bersenang-senang dengan sesuatu yang tidak diharamkan.

Menjenguk Siswa Sakit

Written By YF on Kamis, 25 Februari 2016 | 15.46.00

Guru-guru SD YPSA menjenguk salah satu siswi SD YPSA yang sedang sakit. Alhamdulillah, dalam keadaan sakit pun siswi tersebut tetap laksanakan sholat.

Pelatihan Bahasa Inggris

Written By YF on Kamis, 18 Februari 2016 | 15.51.00

Sebanyak 20 guru-guru YPSA mendapatkan pembekalan/pelatihan bahasa Inggris oleh ibu Hafilia dari Mentari Book Jakarta di ruang laboratorium SD YPSA, Jum'at yang lalu (18/2/16)


Pengajian SDM YPSA Setiap Bulan

Written By YF on Sabtu, 10 Oktober 2015 | 12.02.00


DR. Muzakkir berikan tauziah kepada karyawan dan guru-guru YPSA dalam rangka pengajian bulanan SDM YPSA, Sabtu, 10/10


https://www.facebook.com/official.ypsa

GURU-GURU SD SHAFIYYATUL AMALIYYAH IKUTI SEMINAR PARENTING

Written By YF on Sabtu, 24 Mei 2014 | 16.06.00


Seminar parenting
"Dampak Pornografi Terhadap Kerusakan Otak Anak di Era Digital"

PORNOGRAFI merupakan salah satu bahaya paling besar yang menimpa dunia saat ini, khususnya terhadap anak-anak yang masih di bawah umur atau anak usia sekolah. Hal ini disebabkan karena kita selaku orang tua tidak tahu apakan anak-anak kita dalam keadaan aman. Semua ini terjadi karena secara tidak sengaja kita telah membiarkan anak-anak kita melihat pornografi dari berbagai media seperti internet, handphone, komik, games dan sebagainya.

Hal itu disampaikan Elly Risman, Psi seorang psikolog anak pada seminar tentang Dampak Pornografi Terhadap Kerusakan Otak Anak di Era Digital yang digelar Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) dan Dewan Pendidikan Sumut di Raz Convention Hall Jalan dr. Mansyur Medan, Sabtu (24/5).
Hadir dalam acara tersebut Pembina YPSA Drs. H. Sofyan Raz, Ak.M.M, Ketua Umum YPSA Hj. Rahmawaty Sofyan Raz dan Sekretaris Umum YPSA Hj. Rizki Fadilah Raz, M.Psi.,Psikolog, Anggota DPD RI Dr Hj. Darmayanti Lubis, Ketua Bhayangkari Sumut Susi Syarief Gunawan, Perwakilan dari Pangkosek Hanudse III, seluruh anggota dewan pendidikan, orangtua siswa dan para undangan lainnya.

Sumber: www.facebook.com/official.ypsa

Pengajian Bulanan Keluarga Besar YPSA April 2014

Written By YF on Sabtu, 05 April 2014 | 22.12.00


Ustadz Dr. Achyar Zein, M.A., menjadi penceramah Pengajian Bulanan SDM YPSA di ruang serbaguna Masjid Shafiyyatul Amaliyyah, Sabtu (5/4/14)

Guru YPSA Sosialisasikan Metode Tilawaty kepada SDM YPSA


 Usai pengajian bulanan SDM YPSA, Ustadz Ikmal Mulia Harahap dan Mualim Rudi Rakasiwi sosialisasikan Metode Tilawaty kepada guru-guru YPSA di ruang serbaguna Masjid Shafiyyatul Amaliyyah, Sabtu (5/4/14).

Sebelumnya Ikmal Mulia Harahap dan Muallim Rakasiwi serta 80 peserta lainnya dari 13 Provinsi mengikuti diklat Al-Qur'an metode tilawati tingkat Nasional 14 s/d 16 Maret 2014 di Pesantren Nurul Falah, Surabaya.




Menurut mualim Rudi Rakasiwi "Salah satu strategi dan pembelajaran Al-Qur'an metode Tilawati yang tampak lebih unggul dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam membentuk anak didik yang berkualitas adalah karena pembelajarannya menempatkan pendekatan individual dengan tehnik Baca Simak. yakni sebuah proses belajar mengajar yang dilakukan dengan cara membaca bergiliran yang satu membaca dan yang lain menyimak". Ada beberapa manfaat dalam penerapan baca simak menggunakan buku tilawati, yaitu:

PERTAMA
Santri tertib dan tidak menimbulkan gaduh/suara ramai dan ribut. Karena semua santri terlibat dalam proses belajar mengajar mulai dari do'a pembuka sampai dengan do'a penutup, sehingga tidak ada waktu luang bagi santri untuk melakukan kegiatan yang lain.

KEDUA
Pembagian waktu setiap santri Adil. Dalam proses baca simak, semua santri akan bergiliran membaca dengan jumlah bacaan yang sama antara santri yang satu dengan yang lainnya.

KETIGA
Mendengarkan sama dengan membaca dalam hati. Salah satu santri membaca dan santri yang lain menyimak (mendengarkan) dalam hati. Bagi santri yang menyimak sama dengan membaca dalam hati.

KEEMPAT
Mendapat Rahmat : QS. Al-A'raf:204.
Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.

Ustadz Dr. H. Amhar Nasution Ceramah Pengajian Bulanan SDM YPSA

Written By YF on Sabtu, 11 Januari 2014 | 13.52.00


Ustadz Dr. H. Amhar Nasution menjadi penceramah Pengajian bulanan SDM dan civitas YPSA di ruang serbaguna Masjid Shafiyyatul Amaliyyah, Sabtu (11/1/14).








Supervisi

Written By YF on Jumat, 11 Januari 2013 | 16.14.00


Bagian Kurikulum SD YPSA dan Bagian SDM YPSA hari ini melakukan supervisi guru yang mengajar di kelas V dan VI sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SD Shafiyyatul Amaliyyah. 

Supervisi ini rutin dilakukan, dan sebagian besar guru di SD YPSA sudah disupervisi.










RAPAT DEWAN GURU

Written By YF on Kamis, 13 Desember 2012 | 16.48.00


Rapat (conference atau meeting) merupakan alat/media komunikasi kelompok yang bersifat tatap muka dan sangat penting, diselenggarakan oleh banyak organisasi, baik swasta maupun pemerintah untuk mendapatkan mufakat melalui musyawarah untuk pengambilan keputusan.

Jadi rapat merupakan bentuk komunikasi yang dihadiri oleh beberapa orang untuk membicarakan dan memecahkan permasalahan tertentu, dimana melalui rapat berbagai permasalahan dapat dipecahkan dan berbagai kebijaksanaan organisasi dapat dirumuskan.



Di SD YPSA Rapat guru-guru merupakan agenda yang rutin dilaksanakan baik rapat mingguan, bulanan, semester maupun tahunan, dimana dalam rapat ini banyak permasalahan dan rencana-rencana agenda yang akan dilaksanakan dibahas sehingga dapat meminimalisasi miss communication, miss understandingdalam melaksanakan pekerjaan, selain itu juga pelaksanaan rapat ini merupakan salah satu fungsi kontrol daripada kepala sekolah kepada kinerja guru/sdm.

Secara umum tujuan daripada rapat dewan guru ini adalah sebagai bentuk:
1. Koordinasi
2. Sinkronisasi
3. Evaluasi
4. Kontrolling
5. Sharing
6. Problem Solving dan
7. Information
Dan finalisasi dalam rapat adalah keputusan yang diambil untuk dilaksanakan

Di SD YPSA rapat merupakan hal yang sangat penting dan dibudayakan, sehingga guru-guru senantiasa diharapkan kehadirannya dalam setiap pelaksanaan rapat karena hal ini merupakan sumber informasi yang sangat penting untuk perencanaan pelaksanaan agenda kedepannya.

 
Support : Creating Website | YF | Template
Copyright © 2011. SD Shafiyyatul Amaliyyah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger